Lumongga (2009) menyebutkan bahwa gejala-gejala depresi dapat
dilihat dari segi, yaitu gejala dilihat dari segi fisik, psikis dan
sosial.
a. Gejala Fisik
Menurut beberapa ahli, gejala
depresi yang kelihatan ini mempunyai rentangan dan variasi yang luas
sesuai dengan berat ringannya depresi yang dialami. Namun secara fisik
besar ada beberapa gejala fisik umum yang relatif mudah dideteksi.
Gejala itu seperti:
1) Gangguan pola tidur. Misalnya, sulit tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit todur
2)
Menurunnya tingkat aktivitas.Pada umumnya, orang yang mengalami
depresi menunjukkan perilaku yang pasif, menyukai kegiatan yang tidak
melibatkan orang lain seperti menonton TV, makan, dan tidur.
3)
Menurunnya efisiensi kerja. Orang yang terkena depresi akan sulit
memfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal, atau pekerjaan.
Sehingga, mereka juga akan sulit memfokuskan energipada hal-hal
prioritas. Kebanyakan yang dilakukan justru hal-hal yang tidak efisien
dan tidak berguna, seperti misalnya ngemil, melamun, dan merokok
terus-menerus
4) Menurunnya produktivitas kerja. Orang yang
terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya.
Sebabnya, ia tidak lagi bias menikmati dan merasakan kepuasan atas apa
yang dilakukannya. Ia sudah kehilangan minat dan motivasi untuk
melakukan kegiatannya seperti semula.
5) Mudah merasa letih dan
sakit. Jelas saja, depresi itu sendiri adalah perasaan negatif. Jika
seseorang menyimpan perasaan negatif, maka jelas akan membuat letih
karena membebani pikiran dan perasaan, dan ia harus memikulnya di mana
saja dan kapan saja, suka tidak suka.
b. Gejala Psikis
Gejala-gejala psikis memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
1)
Kehilangan rasa percaya diri. Orang yang mengalami depresi cenderung
memandang segala sesuatu dari sisi negatif, termasuk menilai diri
sendiri.
2) Sensitif. Orang yang mengalami depresi senang sekali
mengaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Perasaannya sensitif sekali,
sehingga sering peristiwa yang netral jadi dipandang dari sudut pandang
yang berbeda oleh mereka, bahkan disalahartikan. Akibatnya mereka mudah
tersinggung, mudah marah, perasa, curiga akan maksud orang lain, mudah
sedih, murung dan suka menyendiri.
3) Merasa diri tidak berguna.
Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang
yang gagal terutama di bidang atau lingkungan yang seharusnya mereka
sukai.
4) Perasaan bersalah. Perasaan bersalah terkadang timbul
dalam pemikiran orang yang mengalami depresi. Mereka memandang suatu
kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman atau akibat dari
kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan.
5)
Perasaan terbebani. Banyak orang yang menyalahkan orang lain atas
kesusahan yang dialaminya. Mereka merasa tebeban berat karena merasa
terlalu dibebani tanggung jawab yang berat.(STYLER).