Senin, 21 April 2014

Membentak: Membunuh Sel Otak Anak

(Fakta dan Rahasia yang tidak banyak diungkap)
"Tahukan Anda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga." Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak milyaran sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otak anak. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya. Teriakan dan Bentakan menghasilkan gelombang suara. Ya, hampir semua orang mengetahui itu. Yang belum banyak diketahui orang banyak adalah, bentakan yang disertai emosi seperti marah menghasilkan suatu gelombang baru.

Emosi negatif seperti marah mempunyai gelombang khusus yang merupakan gelombang yang dipancarkan dari otak. Gelombang ini dapat bergabung dengan gelombang suara orang yang berteriak. Nah, gabungan gelombang suara dan gelombang emosi marah ini menghasilkan gelombang ketiga dengan efek yang khusus. Efek dari gelombang ketiga ini adalah sifat destruktifnya terhadap sel-sel otak orang yang dituju. Dalam satu kali bentakan saja, sejumlah sel-sel otak orang yang dijadikan target akan mengalami kerusakan saat dia terkena gelombang ini, baik bila dia mendengar suaranya atau pun tidak. Hal ini karena gelombang ketiga ini tetap merambat sebagaimana dia gelombang suara tapi langsung ditangkap oleh otak sebagaimana gelombang otak. Efek kerusakan pada sel-sel otak akan lebih besar pada anak-anak yang dijadikan sasaran bentakan ini. Pada remaja dan orang dewasa mengalami kerusakan yang tidak sebesar anak-anak, tapi tetap saja terjadi kerusakan.

Efek jangka panjangnya dapat dilihat pada orang-orang yang sering mengalami bentakan di masa lalunya. Mereka lebih banyak melamun serta termasuk lambat dalam memahami sesuatu. Orang-orang ini biasanya mudah meluapkan emosi negatif seperti marah, panik atau sedih. Mereka biasanya seringkali mengalami stress hingga depresi dalam hidup, karena kesulitan memahami pola-pola masalah yang mereka hadapi. Semuanya akibat dari sel-sel otaknya yang aktif lebih sedikit dari yang seharusnya.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, pendidik, ataupun orang yang lebih tua dari 'mereka', sebaiknya memilih sikap yang lebih kreatif dalam menghadapi tingkah anak yang mungkin kurang baik. Seringkali orang tua bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan. Jangan menyamakan anak dengan orang dewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau benar, patuh atau melanggar, jangan pernah menggunakan tolok ukur orang dewasa.

Info dari Mailist Rekan Kami, semoga bermanfaat.
dapatkan info menarik di www.pendidikankarakter.com

Minggu, 20 April 2014

Sikap Menyerah (Learned Helplessness) dan Depresif, Kenali Kepribadian Lebih Dekat

Terkadang kita dihadapkan pada situasi yang tidak mendukung dan sangat menekan, sehingga membuat kita menyerah pada keadaan. Biasanya sikap “menyerah” tidak muncul begitu saja, tetapi karena adalah situasi yang tidak bisa dikendalikan (diluar control individu). Dalam teori psikologi ini adalah keadaan “helplessness”, sebuah teori yang di diperknalkan oleh Martin Seligman(1975). Teori ini merupakan pengembangan dari teori psikologi positif, yang sekarang sangat besar pengaruhnya pada penanganan depresi dan system pembelajaran. Lebih jelasnya Martin Seligman menggunakan istilah learned helplessness untuk menggambarkan situasi dimana organisme yang terus menerus dihadapkan pada hukuman yang tidak bisa dihindari sehingga individu tersebut membuatnya menerima begitu saja hukuman berikutnya yang tidak bisa dihindari. Pada sebuah eksperimen klasik yang sederhana, Seligman memberikan sengatan listik berulang kali pada anjing yang tidak bisa kabur. Saat pembatas yang menghalangi anjing tersebut untuk kabur dihilangkan, anjing tersebut cenderung diam dan menerima begitu saja sengatan listrik yang diberikan. Pada penelitian tersebut, anjing tersebut belajar bahwa mereka tidak bisa mengontrol hukuman tersebut (misalnya dengan menyerang atau berlari), sehingga mereka pada akhirnya menghentikan usahanya untuk melawan. (Overmier dkk, 1967). Ini menunjukkan bahwa anjing tersebut tidak punya harapan untuk terbebas dari sengatan listrik dan menerima begitu saja sengatan listrik yang diberikan. Eksperimen yang kurang  lebih sama pada manusia menunjukkan hasil yang sama; saat seseorang menyadari bahwa ia tidak memiliki kendali atas apa yang ia alami, ia kehilangan motivasi untuk merebut kendali. Selama tahap awal penelitian, kendali sepenuhnya terdapat pada faktor eksternal. Lewat pengalaman secukupnya dibawah kendali faktor eksternal, partisipan tidak lagi berusaha mengendalikan keadaan. Sebagai konsekuensinya, muncul rasa depresi, stress, dan sikap apatis (acuh tak acuh/tidak menghiraukan). Pemikiran tersebut saat ini digunakan untuk mempelajari dan mengatasi rasa depresi, sehubungan dengan pendapat bahwa orang yang depresif memiliki skema depresif yang menghasilkan pemikiran yang semakin depresif (Abraham dkk, 1989).

Penelitian tentang leaned helplessness ini juga mempunyai pengaruh pada bidang pendidikan. Seorang anak yang sering diberikan hukuman, lama kelamaan akan merasa bahwa hukuman yang diterimanya tidak bisa mereka elakkan, sehingga menerima begitu saja hukuman selanjutnya yang diberikan kepadanya. Hukuman yang tidak bisa dikendalikan dan dihindari oleh anak, akan membuatnya bersikap depresif dan tidak mau lagi mencari jalan menghindari hukuman tersebut, alih-alih mencari jalan alternatif agar terbebas dari hukuman.

http://www.psychologymania.com/2012/04/sikap-menyerah-learned-helplessness-dan.html

Fisiologi Cinta Romantik Dalam Pandangan Psikologi

Dalam hubungan antara jenis pasangan terutama yang sedang dilanda asmara, fenomena cinta sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dirasakan. Nah, ketika mata bertemu pandang yang berlanjut pada persentuhan tangan, biasanya orang akan merasakan gejala yang sama:- darah mengalir lebih cepat, semburat merah muncul di pipi, peluh dingin membasahi telapak tangan, bahkan menghela napas pun jadi terasa berat. Dalam situasi seperti inilah hati bagaikan bergolak, disesaki oleh gelora cinta. Menurut Helen Fischer seorang “peneliti cinta” di Universiti Boston, Amerika Serikat ini lagi, reaksi romantik seperti itu timbul kerana kerja sejumlah hormon yang ada dalam tubuh, khususnya hormon yang diproduksi otak. Gelora cinta manusia yang meluap-luap tidak jauh berbeda dengan reaksi kimia. Malangnya, senyawa antara hormon ini sangat dekat. Dan, berdasarkan teori Four Years Itch yang diumumkannya, daya tahan gelora cinta itu hanya mencapai empat tahun saja. Setelah itu, hancur tanpa kesan lagi. Sebagaimana yang terjadi pada sebuah reaksi kimia, wujudnya tidak akan pernah kembali seperti semula. Sesungguhnya pula, perasaan yang menghanyutkan dalam masa jatuh cinta tadi boleh dianalisis secara kimia. Jadi, prosesnya dimulakan pada saat mata saling bertemu. Tangan yang bersentuhan bagaikan dialiri arus eletrik. Fenomena ini sudah pasti kerana tindakbalas hormon tertentu yang ada di otak, mengalir ke seluruh saraf hingga ke pembuluh darah yang terkecil sekalipun. Inilah yang membuat wajah memerah, dan timbul perasaan “melayang”. Aliran darah yang demikian cepat membuat bernafas pun menjadi berat. 
 
Jika dipikirkan, bagaimana hormon dalam otak bekerja, ketika seseorang sedang jatuh cinta? Boleh dijelaskan sebagai berikut. Ketika hubungan mata sedang berlangsung, tertanam suatu `kesan’. Inilah fase pertama. Otak bekerja bagaikan komputer yang menyediakan sejumlah data, dan menserasikannya dengan sejumlah data yang pernah direkam sebelumnya. Ia mencari apa yang membuat pesona itu muncul. Kalau sudah begini, bau yang ditimbulkan oleh lawan jenis pun boleh menjadi pemicu timbulnya rasa romantik.
Fasa kedua, yaitu munculnya hormon phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara automatik senyum pun dilontarkan. Spontan, pusat PEA pun aktif bekerja ketika “wisel” mula diaktifkan. Hormon dopamine dan norepinephrine yang juga terdapat dalam saraf manusia, turut mendampingi. Hormon-hormon inilah yang menjadi pemicu timbulnya gelora cinta. Setelah dua tiga tahun, efektiviti hormon-hormon ini mula berkurang.
Fasa ketiga yaitu ketika gelora cinta sudah reda. Yang tersisa hanyalah kasihsayang. Hormon endorphins , senyawa kimia yang identik dengan morfin, mengalir ke otak. Sebagaimana efek yang ditimbulkan dadah dan sebagainya, saat inilah tubuh merasa nyaman, damai, dan tenang.
Teori tentang cinta pernah popular sekitar 9 hingga 10 tahun yang lalu. Lebih tepat sekali, ketika pendekatan ilmu faal yang membedah tubuh manusia menjadi popular. Selanjutnya, teori ini kian berkembang dan mula dihubung-hubungkan dengan bidang ilmu lainnya. Kemudianya, ada juga teori cinta dengan pendekatan bioneurologi yang melihat, membandingkan, dan mengamati struktur otak orang gila misalnya, atau psikologi dan fisiologi yang mempelajari kaitan antara perilaku manusia dan pengaruh hormon pada tubuhnya. Cinta sebenarya sama dengan emosi. Kalau emosi seringkali ditentukan oleh sejumlah hormon (terutama dalam siklus menstruasi), maka hal yang sama juga berlaku dalam proses jatuh cinta. Terutama ketika terjadi cinta pada pandang pertama, ada getaran dalam tubuh. Tapi, apakah ya, gelora cinta semata-mata ditentukan oleh hormon dalam tubuh? Diane Lie seorang psikologi sekaligus peneliti rambang pada sebuah Universiti di Beijing membentangkan teorinya, meskipun urusan cinta boleh dijelaskan secara kimia, namun kecamuk cinta tidak semata-mata hanya ditentukan oleh aktivitas hormon, dan manusia tidak berdaya mengatasinya. Juga tidak selalu berarti bila kadar hormon berkurang, berarti getarannya pun berkurang. Memang, pemacu semburan cinta (PEA) tadi, memiliki pengaruh kerja yang tidak tahan lama. Hormon yang secara ilmiah memiliki kesamaan dengan amfetamin ini, hanya efektif bekerja selama 2-3 tahun saja. Lama kelamaan, tubuh pun bagaikan imun, `kebal’ terhadap si pemicu gelora. Akan tetapi, sekali lagi, masih menurut Diane, proses jatuh cinta itu tidak semata-mata hanya dipengaruhi hormon dengan reaksi kimianya. Apalagi dalam proses orang bercinta hingga menikah, banyak faktor sosial lainnya yang menentukan. Contohnya proses jatuh cinta yang dalam bahasa jawa dipanggil versi Tresno Jalaran Soko Kulino” yang bermaksud datangnya cinta karena pertemuan yang berulang-ulang “. Demikian pula ketika kita marah dan ingin memaki orang lain, hormon memang punya pengaruh khusus, namun tetap ada faktor lain yang ikut menentukanya.
Manusia merupakan makhluk yang paling kompleks. Jika proses reaksi kimia terjadi pada hewan, barulah teori rendahnya daya tahan PEA ini boleh dipercayai. Jadi, teori Helen Fiscer yang disebut Four Years Itch juga boleh dipatahkan.
 
Pendeknya, teori PEA dilandaskan pada pendekatan ilmu eksakta, sedangkan teori Four Years Itch oleh Fischer yang lingkaran penelitiannya mencakup 62 jenis kultur ini, lebih menggunakan pendekatan sosial.
Fischer, yang juga penulis buku ” Anatomy of Love “, menemukan betapa angka perceraian mencapai puncaknya ketika usia perkawinan mencapai usia empat tahun. Kalaupun masa empat tahun itu telah dilalui, katanya, kemungkinan itu berkat hadirnya anak kedua. Kondisi ini membuat perkawinan mereka boleh bertahan hingga empat tahun lebih. Jadi, kalau kita main kira-kira, rasanya boleh dikatakan seru juga. Misalnya, masa bercinta telah dilalui tiga tahun, bererti kesempatan untuk boleh mempertahankan gelora cinta hanya ada di tahun pertama perkawinan. Lalu apa yang terjadi ketika masa perkawinan menjejak tahun kedua, ketiga dan seterusnya? Cuma ada sisa-sisa, atau bahkan punah ranah sama sekali? Lalu bagaimana dengan mereka yang mengalami masa bercinta lebih dari enam tahun? Menurut pandangan Diane, dalam hubungan suami istri atau bercinta, selain cinta, ada hubungan lain yang sifatnya friendship, (persahabatan). Kalau setelah beberapa waktu cinta itu menipis - mungkin kerana tersisihkan hal-hal lain, misalnya karena rutin yang dilakukan adalah hal-hal yang sama juga setiap hari, lalu segalanya jadi terasa membosankan.

Dalam hubungan antara jenis pasangan terutama yang sedang dilanda asmara, fenomena cinta sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dirasakan. Nah, ketika mata bertemu pandang yang berlanjut pada persentuhan tangan, biasanya orang akan merasakan gejala yang sama:- darah mengalir lebih cepat, semburat merah muncul di pipi, peluh dingin membasahi telapak tangan, bahkan menghela napas pun jadi terasa berat. Dalam situasi seperti inilah hati bagaikan bergolak, disesaki oleh gelora cinta.
Menurut Helen Fischer seorang “peneliti cinta” di Universiti Boston, Amerika Serikat ini lagi, reaksi romantik seperti itu timbul kerana kerja sejumlah hormon yang ada dalam tubuh, khususnya hormon yang diproduksi otak. Gelora cinta manusia yang meluap-luap tidak jauh berbeda dengan reaksi kimia. Malangnya, senyawa antara hormon ini sangat dekat. Dan, berdasarkan teori Four Years Itch yang diumumkannya, daya tahan gelora cinta itu hanya mencapai empat tahun saja. Setelah itu, hancur tanpa kesan lagi. Sebagaimana yang terjadi pada sebuah reaksi kimia, wujudnya tidak akan pernah kembali seperti semula. Sesungguhnya pula, perasaan yang menghanyutkan dalam masa jatuh cinta tadi boleh dianalisis secara kimia. Jadi, prosesnya dimulakan pada saat mata saling bertemu. Tangan yang bersentuhan bagaikan dialiri arus eletrik. Fenomena ini sudah pasti kerana tindakbalas hormon tertentu yang ada di otak, mengalir ke seluruh saraf hingga ke pembuluh darah yang terkecil sekalipun. Inilah yang membuat wajah memerah, dan timbul perasaan “melayang”. Aliran darah yang demikian cepat membuat bernafas pun menjadi berat.
Jika dipikirkan, bagaimana hormon dalam otak bekerja, ketika seseorang sedang jatuh cinta? Boleh dijelaskan sebagai berikut. Ketika hubungan mata sedang berlangsung, tertanam suatu `kesan’. Inilah fase pertama. Otak bekerja bagaikan komputer yang menyediakan sejumlah data, dan menserasikannya dengan sejumlah data yang pernah direkam sebelumnya. Ia mencari apa yang membuat pesona itu muncul. Kalau sudah begini, bau yang ditimbulkan oleh lawan jenis pun boleh menjadi pemicu timbulnya rasa romantik.
Fasa kedua, yaitu munculnya hormon phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara automatik senyum pun dilontarkan. Spontan, pusat PEA pun aktif bekerja ketika “wisel” mula diaktifkan. Hormon dopamine dan norepinephrine yang juga terdapat dalam saraf manusia, turut mendampingi. Hormon-hormon inilah yang menjadi pemicu timbulnya gelora cinta. Setelah dua tiga tahun, efektiviti hormon-hormon ini mula berkurang.
Fasa ketiga yaitu ketika gelora cinta sudah reda. Yang tersisa hanyalah kasihsayang. Hormon endorphins , senyawa kimia yang identik dengan morfin, mengalir ke otak. Sebagaimana efek yang ditimbulkan dadah dan sebagainya, saat inilah tubuh merasa nyaman, damai, dan tenang. Teori tentang cinta pernah popular sekitar 9 hingga 10 tahun yang lalu. Lebih tepat sekali, ketika pendekatan ilmu faal yang membedah tubuh manusia menjadi popular. Selanjutnya, teori ini kian berkembang dan mula dihubung-hubungkan dengan bidang ilmu lainnya. Kemudianya, ada juga teori cinta dengan pendekatan bioneurologi yang melihat, membandingkan, dan mengamati struktur otak orang gila misalnya, atau psikologi dan fisiologi yang mempelajari kaitan antara perilaku manusia dan pengaruh hormon pada tubuhnya. Cinta sebenarya sama dengan emosi. Kalau emosi seringkali ditentukan oleh sejumlah hormon (terutama dalam siklus menstruasi), maka hal yang sama juga berlaku dalam proses jatuh cinta. Terutama ketika terjadi cinta pada pandang pertama, ada getaran dalam tubuh. Tapi, apakah ya, gelora cinta semata-mata ditentukan oleh hormon dalam tubuh?
 
Diane Lie seorang psikologi sekaligus peneliti rambang pada sebuah Universiti di Beijing membentangkan teorinya, meskipun urusan cinta boleh dijelaskan secara kimia, namun kecamuk cinta tidak semata-mata hanya ditentukan oleh aktivitas hormon, dan manusia tidak berdaya mengatasinya. Juga tidak selalu berarti bila kadar hormon berkurang, berarti getarannya pun berkurang. Memang, pemacu semburan cinta (PEA) tadi, memiliki pengaruh kerja yang tidak tahan lama. Hormon yang secara ilmiah memiliki kesamaan dengan amfetamin ini, hanya efektif bekerja selama 2-3 tahun saja. Lama kelamaan, tubuh pun bagaikan imun, `kebal’ terhadap si pemicu gelora. Akan tetapi, sekali lagi, masih menurut Diane, proses jatuh cinta itu tidak semata-mata hanya dipengaruhi hormon dengan reaksi kimianya. Apalagi dalam proses orang bercinta hingga menikah, banyak faktor sosial lainnya yang menentukan. Contohnya proses jatuh cinta yang dalam bahasa jawa dipanggil versi Tresno Jalaran Soko Kulino” yang bermaksud datangnya cinta karena pertemuan yang berulang-ulang “. Demikian pula ketika kita marah dan ingin memaki orang lain, hormon memang punya pengaruh khusus, namun tetap ada faktor lain yang ikut menentukanya. Manusia merupakan makhluk yang paling kompleks. Jika proses reaksi kimia terjadi pada hewan, barulah teori rendahnya daya tahan PEA ini boleh dipercayai. Jadi, teori Helen Fiscer yang disebut Four Years Itch juga boleh dipatahkan. Pendeknya, teori PEA dilandaskan pada pendekatan ilmu eksakta, sedangkan teori Four Years Itch oleh Fischer yang lingkaran penelitiannya mencakup 62 jenis kultur ini, lebih menggunakan pendekatan sosial. Fischer, yang juga penulis buku ” Anatomy of Love “, menemukan betapa angka perceraian mencapai puncaknya ketika usia perkawinan mencapai usia empat tahun. Kalaupun masa empat tahun itu telah dilalui, katanya, kemungkinan itu berkat hadirnya anak kedua. Kondisi ini membuat perkawinan mereka boleh bertahan hingga empat tahun lebih.

Jadi, kalau kita main kira-kira, rasanya boleh dikatakan seru juga. Misalnya, masa bercinta telah dilalui tiga tahun, bererti kesempatan untuk boleh mempertahankan gelora cinta hanya ada di tahun pertama perkawinan. Lalu apa yang terjadi ketika masa perkawinan menjejak tahun kedua, ketiga dan seterusnya? Cuma ada sisa-sisa, atau bahkan punah ranah sama sekali? Lalu bagaimana dengan mereka yang mengalami masa bercinta lebih dari enam tahun? Menurut pandangan Diane, dalam hubungan suami istri atau bercinta, selain cinta, ada hubungan lain yang sifatnya friendship, (persahabatan). Kalau setelah beberapa waktu cinta itu menipis - mungkin kerana tersisihkan hal-hal lain, misalnya karena rutin yang dilakukan adalah hal-hal yang sama juga setiap hari, lalu segalanya jadi terasa membosankan.
 

Gelombang Otak: Gamma, Beta, Alpha, Tetha dan Delta

Jaringan otak manusia menghasilkan gelombang listrik yang berfluktuasi. Neuron-neuron di korteks otak mengeluarkan gelombang-gelombang listrik dengan voltase yang sangat kecil (mV) ( Bagi anda yang belum memahami kelistrikan pada sel syaraf dan otot jantung, silahkan baca dulu di materi fisika kesehatan tentang Biolistrik ). Gelombang listrik ini disebut brainwave atau Gelombang Otak. Selain EEG yang ditemukan oleh Emil HDB Reymond atau yang lebih canggih MEG yang ditemukan fisikawan biomagnetik David Cohen, mungkin anda pernah membaca adanya piranti Brain Mapping, CT Scan, PET FMRI? Alat ini juga digunakan untuk mengamati aktivitas otak manusia. Perbedaannya adalah Brain Mapping, dkk hanya memeriksa dan memetakan. Letak dan keadaan metabolisme serta perubahan keadaan otak secara fisik. Biasanya untuk mengetahui adanya gangguan, kerusakan atau kecacatan otak, misalkan tumor otak, pecahnya pembuluh darah di otak, benturan pada kepala dan seterusnya. Sedangkan EEG memeriksa getaran, frekwensi, sinyal atau Gelombang Otak (Brainwave) yang kemudian dikelompokkan kedalam beberapa kondisi kesadaran.

Dalam fisika, identifikasi gelombang umumnya dikaitkan dengan panjang gelombang atau frekwensi-nya. Dalam gelombang otak ini yang akan ditinjau adalah fekuensi-nya. Apakah frekuensi itu? Ya, jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan satuan Hz (Hertz). Nah, berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai negara maju, frekwensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik, terhipnotis, bermimpi, tidur berjalan dan sebagainya. Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bawah Gelombang Otak (Brainwave) berkaitan dengan kondisi pikiran. Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa Gelombang Otak (Brainwave) tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi Gelombang Otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.
Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis Gelombang Otak (Brainwave) secara bersamaan, yaitu Gamma, Beta, Alpha, Tetha, Delta. Akan tetapi selalu ada jenis Gelombang Otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Misalnya jika kita tertidur, maka Gelombang Otak yang dominan adalah Delta.

Berikut disajikan klasifikasi Gelombang Otak berdasarkan frekuensinya

1. GAMMA (20 hz -40 hz) Gelombang Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang paling cepat. Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil di muka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang merupakan gelombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.

2. BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 20 hz)
Merupakan Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Anda berada dalam kondisi ini ketika Anda melakukan kegiatan Anda sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar Anda. Frekwensi beta adalah keadaan pikiran anda sekarang ini, ketika Anda duduk di depan komputer membaca artikel ini. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu
high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya low beta (12 hz ~ 15 hz). Gelombang Beta di perlukan otak ketika Anda berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan pikiran di mana Anda telah menghabiskan sebagian besar hidup Anda.

Sensori Motor Rhytm (12 hz – 16 hz)
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neuro-feedback .

3. ALPHA ( 8 hz – 12 hz ) Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Anda menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi Anda, karena Anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa Anda ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat Anda bermimpi. Alpha adalah gelombang otak yang paling cocok untuk pemrograman bawah sadar.

4. THETA ( 4 hz – 8 hz )
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang di ambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyu. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan Gelombang Otak (Brainwave) theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan energinya kepada orang lain. Dengan latihan, kita dapat memanfaatkan Gelombang Otak (Brainwave) Theta untuk tujuan yang lebih besar, yaitu memasuki kondisi meditasi yang sangat dalam, namun, biasanya begitu Anda telah mencapai theta, anda menjadi mudah tertidur. Disinilah alasan bahwa gelombang Alpha adalah keadaan utama untuk pemrograman pikiran bawah sadar Anda. Jika anda ingin bereksperimen dengan meditasi melalui Gelombang Otak (Brainwave) theta, duduklah tegak untuk tetap sadar dan mencegah dari tertidur.

Bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang Otak (Brainwave) ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru. Pernahkah Anda mendengar berita kecelakaan yang menewaskan banyak korban, tapi keajaiban terjadi di situ? Di beritakan seorang anak bayi selamat dari kecelakaan maut tersebut. Gelombang Otak (Brainwave) theta juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Anda mungkin pernah mengalaminya saat Anda berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Dengan dasar inilah “GOD SPOT” ditemukan.

5. DELTA (0.5 hz – 4 hz)
Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak Anda menghasilkan gelombang ini ketika Anda tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase Delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap. Gelombang Delta adalah gelombang yang paling rendah pada otak anda, otak tidak akan pernah mencapai frekwensi 0 hz, karena jika otak anda dalam kasus ini Anda akan mati!

Schumann Resonance (7.83 hz) Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.

Penemuan baru di bidang frekwensi dan Gelombang Otak (Brainwave) oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah Delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta di atas.

www. alifis.wordpress.com  

Perbedaan Antara Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Materi dari Bawahsadar.com yang bagus untuk disimak. Pikiran kita itu seperti bawang yang berlapis-lapis. Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian, yaitu Pikiran Sadar dan Bawah Sadar. Pikiran Sadar adalah proses mental yang bisa Anda kendalikan dengan sengaja. Pikiran Bawah Sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja. Pikiran Sadar mempunyai empat fungsi utama, yaitu: 

  1. Mengenali informasi yang masuk dari pancar indra, 
  2. Membandingkan dengan memori kita, 
  3. Menganalisa, dan kemudian 
  4. Memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut. 

Sedangkan Pikiran Bawah Sadar berfungsi memproses
  1. Kebiasaan, 
  2. Perasaan, 
  3. Memori permanen (Ingatan Jangka Panjang)
  4. Persepsi, 
  5. Kepribadian,
  6. Intuisi, 
  7. Kreativitas, dan 
  8. Keyakinan.

Pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.
”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan.”

Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.

Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut. Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.

Setiap manusia normal terlahir dengan potensi Pikiran Sadar dan Bawah Sadar yang sama. Namun, dalam proses tumbuh-kembang seorang manusia hanya sebagian kecil saja dari seluruh potensi yang berkembang sepenuhnya dalam Pikiran Sadar. Umumnya manusia modern tidak banyak menggunakan potensi Bawah Sadarnya karena di sekolah dia hanya diajarkan bagaimana menggunakan Pikiran Sadarnya (logika dan analisa). Padahal kalau kita mau menggunakan potensi Bawah Sadar kita, manusia bisa mengembangkan dirinya ke level yang lebih tinggi. Pikiran sadar adalah pikiran yang mempertimbangkan, dan merupakan pikiran yang memilih, misalnya memilih buku, rumah atau pasangan hidup. Pikiran bawah sadar adalah menerima apa yang dikesankan padanya atau apa yang anda percayai secara sadar. Tidak mempertimbangkan seperti pikiran sadar anda, misalnya seperti tanah, yang menerima segala jenis benih, yang baik maupun yang jelek. Menurut Dr. Joseph Murphy, D.R.S. Ph.D, DD, LLD seorang penulis buku dari Amerika Serikat bahwa “Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar” pikiran bawah sadar adalah tempat kedudukan emosi dan merupakan pikiran yang kreatif, bila anda berfikir positif maka hal-hal yang positiflah yang terjadi, begitupun sebaliknya.

Pikiran bawah sadar, seringkali memberikan simpul-simpul dan peringatan-peringatan yang akan membawa kita kepada hal-hal yang cenderung positif. Simpul-simpul inilah yang disebut dengan intuisi yang selalu memberikan peringatan atau klakson kepada kita. Akan tetapi pikiran sadar, memiliki pandangan yang berbeda dan pikiran sadar lebih besar pengaruhnya terhadap pikiran manusia karena pikiran manusia dihadapkan pada fakta-fakta, janji-janji yang menggiurkan dan lingkungan, sehingga mengakibatkan pikiran bawah sadar manusia seringkali dimanipulasi oleh pikiran sadar. Akan tetapi apabila kita mampu menyelaraskan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar, maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih optimal dan lebih baik, inilah suatu kekuatan yang dapat membawa kepada kesuksesan.

Para ahli psikologi dan psikiatri menunjukkan bahwa bila pikiran disampaikan kepada pikiran bawah sadar, akan terbentuk kesan dalam sel-sel otak. Pikiran bawah sadar menggunakan daya tak terbatas, yaitu energy, dan kebijaksanaan dari dalam diri manusia dan pikiran bawah sadar menggunakan semua hukum alam untuk mencapai tujuannya. Kadang-kadang hasil atau jawabannya datang seketika dan caranya tidak bisa dijajaki. Pikiran bawah sadar tidak memperdulikan apakan pikiran anda itu baik atau jelek, benar atau salah. Pikiran bawah sadar akan menerima hal itu sebagai benar dan langsung menimbulkan hasil dalam kenyataan.

William James, bapak psikologi Amerika, mengatakan bahwa Daya yang menggerakkan dunia berada dalam pikiran/batin bawah sadar anda. Batin bawah sadar anda mengontrol semua proses vital badan anda dan tahu bagaimana menjawab semua persoalan. Apapun yang dikesankan kepada pikiran bawah sadar akan terjelmakan pada layar ruang sebagai kondisi, pengalaman dan kejadian. Hukum aksi dan reaksi itu universal. Pikiran anda adalah aksi dan reaksinya adalah tanggapan otomatis bawah sadar anda atas pikiran itu.

Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”. Maka dapat disimpulkan bahwa, proses-proses pikiran bawah sadar selalu menuju kehidupan konstruktif dan pikiran bawah sadar adalah pembentuk badan dan memelihara semua tenaga vitalnya dan pada dasarnya pikiran bawah sadar selalu berusaha menolong dan melindungi kita dari kerugian. Ia bekerja 24 jam sehari dan tidak pernah tidur. Pikiran bawah sasar berhubungan dengan hidup tak terbatas dan kebijaksanaan tak terhingga, dan gerak hati serta ide-idenya yang selalu menuju hidup. Cita-cita, ilahm dan daya lihat yang besar bagi hidup yang lebih agung dan mulia bersumber dari pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar bicara kepada kita dalam intuisi, gerak hati, firasat, isyarat, dorongan dan ide-ide, dan selalu mengatakan kepada kita untuk bangkit, terus tumbuh, maju, bertualang dan bergerak maju menuju tempat yang lebih tinggi.

Dengan demikian apabila kita mampu mengikuti dan mendengarkan simpul-simpul dan intuisi dari pikiran bawah sadar, maka kita akan mampu melakukan apapun yang disampaikan pikiran bawah sadar, dan menghindari pikiran sadar yang tidak sejalan, seperti kata-kata inspirasi yang tidak diketahui penulisnya, mengatakan bahwa “pikiran yang indah dan emosi yang positif adalah bahan untuk mewujudkan keajaiban”
 

Teknik Mengaktifkan Otak Kanan Secara Cepat




Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia dan paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain ciptaan-Nya, mengapa demikian ? karena manusia dilengkapi dengan  kemampuan otak yang tidak terbatas, kemampuan tersebut sebagian besar berada di bilik kanan, diotak bawah sadar dan alam bawah sadar. Jika sel otak kita mati sejuta setiap hari, maka jumlah sel otak yang berkurang jika kita mencapai umur 100 tahun hanya berkurang sekitar 3,6 %, sungguh merupakan angka yang sangat kecil (Super Great Memory: Irwan Widiatmoko ). Namun menurut penelitian para ilmuan dikatakan bahwa jumlah sel otak manusia bisa bertambah, bagian-bagian otak manusia dapat menghasilkan ribuan sel otak baru setiap hari. Jika seluruh informasi buku perpustakaan di dunia atau seluruh informasi jaringan telekomunikasi di dunia dimasukkan ke dalam otak, otak manusia tidak akan penuh. Jika setiap detik dimasukkan 10 informasi sampai kita meninggal, ke dalam otak kita, misalnya sampai umur kita 100 tahun, maka otak manusia belum terisi separuhnya, sungguh fantastis... Selanjutnya Irwan Widiatmoko: pemegang rekor pertama daya ingat MURI mengatakan bahwa:

Kapasitas otak manusia adalah angka satu diikuti angka nol yang panjangnya 10 pangkat 5 juta kilometer. Deretan nol sepanjang 10 pangkat 5 juta kilometer adalah sebanding dengan perjalanan bumi ke bulan sebanyak 14 kali pulang pergi.
Potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 0,0001% dari potensi otak manusia yang sesungguhnya. Para ahli jiwa pada tahun 1950 meneliti bahwa potensi otak manusia yang digunakan rata-rata hanya sekitar 50%, pada tahun 1970 sebesar 10%, tahun 1980 sekitar 1%, dan tahun 1990 yaitu 0,01%. Saat ini rata-rata potensi otak manusia yg digunakan kurang lebih 0,0001%.
Fakta empiris tentang keajaiban otak manusia yang tidak seirama dengan kenyataan yang kita alami setiap hari,  melahirkan pertanyaan besar bagi kita ” dimanakah potensi besar otak kita itu tersimpan ?...”.
Menurut para ahli neurologi bahwa kemampuan otak sadar kita ( otak kiri ) yang kita pakai sehari-hari dalam berpikir hanya 12% dari seluruh kemampuan otak manusia, sisanya yaitu 88% adalah tanggungjawab otak bawah sadar ( otak kanan ) yang berhubungan dengan: kreativitas, imajinasi, kreasi, keikhlasan, kejujuran, keuletan, kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, spirit, kesabaran, keindahan, rasa kasih sayang, kepedulian, dll ( Quantum Ikhlas, Erbe sentanu )
Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengaktifkan otak kanan kita ?..
Sebelum kita memasuki bagaimana mengaktifkan otak kanan kita, maka kita perlu terlebih dahulu menyamakan frekuensi dan gelombang kita sehingga dapat menangkap gelombang kejut yang akan mengaktifkan gelombang otak kanan kita. Sebagaimana halnya apabila kita hendak menangkap salah satu siaran radio FM yang sedang on air maka kita harus menyamakan dulu frekuensi dan gelombang radio tersebut, karena apabila frekuensi dan gelombang tidak sama maka jangan harap Anda dapat menerima siaran radio tersebut.
Saat ini kita berada di frekuensi Quanta atau ( energi vibrasi/getaran ) dan di gelombang  Zero Point ( titik nol ) suatu gelombang yang merasakan seluruh urusan dan kehidupannya diikhlaskan  hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dalam rangka mengakses otak bawah sadar dan alam bawa sadar kita yang telah dianugerahi oleh Sang Pencipta dibarengi dengan melepaskan semua hal-hal yang dapat membuat kita merasa sombong.

( posisi bumi dalam sistem tata surya)
 Langkah Pertama :
Tentunya karena ini otak kanan yang akan diaktifkan maka akan lebih membantu apabila diiringi dengan alunan musik natural atau instrumentalia yang dapat memancing otak kanan kita, kemudian mulai kita menyadarkan kepada diri kita yang selama ini telah hidup berpuluh-puluh tahun. Tapi, pernahkah kita sadari kalau bumi yang kita pijak selama ini tidak diam...., bahkan saat ini saat anda membaca artikel ini, anda sedang melakukan perjalanan luar angkasa yang sangat jauh dengan kecepatan sangat tinggi, karena bumi yang kita tempati berpuluh-puluh tahun ini sedang mengelilingi matahari setiap saat. Tahukah anda bahwa bumi kita ini mengelilingi matahari setahun sekali.., yang artinya kalau umur kita sudah 40 tahun berarti sudah 40 kali Anda mengelilingi matahari, suatu prestasi yang sungguh luar biasa. Perlu Anda ketahui ukuran matahari adalah 109 kali besarnya bumi, sungguh suatu ukuran yang luar biasa karena bumi saja yang ukurannya kecil terasa sangat besar, belum sempat kita mengelilingi bumi ini, belum kita berjalan kebelahan dunia lain...seperti Amerika, Eropa, Afrika, Australia, Kutub Utara, Kutub Selatan.
Apakah bumi ini ada yang menopang sehingga terasa seperti diam...?
Apakah bumi ini ada yang menggantung sehingga dapat melayang-layang di luar angkasa...?
Sadarkah Anda kalau saat ini Anda sedang melayang-layang di luar angkasa yang jaraknya sangat jauh di atas sana ? di alam semesta ....! Tahukah Anda kalau jarak Bumi dengan Matahari adalah  149.597.870 kilo meter, sedangkan diameter bumi hanya berjarak 12.700 kilo meter, tahukah Anda kalau massa/berat matahari 332.950 x bumi ?.
 Lihatlah bumi tempat kita berada saat ini... dia melayang di luar angkasa...pernahkah terpikir oleh kita kalau saat ini kita berada di atasnya berkeliling mengelilingi matahari ?.

( posisi bumi dilihat dari bawah )
Sangat jelas oleh mata kita kalau air laut itu menggantung dan menempel di bumi...sungguh ajaib...air laut yang begitu banyak dapat menyatu dengan bumi tanpa tumpah ke bawah...
Maka apa yang pantas untuk kita banggakan atau sombongkan.......!! bukankah setiap saat kita bisa terlempar jauh ke luar dari bumi manakala Allah sejenak mencabut daya tarik bumi barang satu atau dua detik ? Kemampuan untuk merasakan bahwa Anda saat ini.. detik ini.. sedang melayang di luar angkasa dengan menggunakan planet yang bernama BUMI adalah hasil kerja otak kanan kita, sehingga apabila Anda mampu untuk mengimajinasikan posisi Anda saat ini maka pada saat itulah otak kanan Anda sedang aktif, tinggal bagaimana Anda menjaga kondisi tersebut dan dapat mempertahankannya. Selanjutnya bagaimana Anda memperkuat daya kekuatan otak kanan Anda dengan membuatnya menjadi 10 watt, 100 watt atau 100.000 watt...tergantung dari kemauan Anda untuk meningkatkan dengan cara membaca, berpikir, merenung, merasakan serta melakukan sesuatu yang baik dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya, banyak mencintai sesama dan menyayangi sesama bahkan kepada tumbuhan, hewan, serta seluruh apa yang ada di bumi ini. 

Apa yang menghalangi kita untuk tidak mau saling mengasihi...bukankah karena kasihnya Allah sehingga kita bisa hidup di planet bumi dengan melayang di luar angkasa ?
Bukankah karena kasih sayang-Nya Allah sehingga kita bisa menghirup udara segar tanpa menggunakan tabung oksigen seperti para astronout ?
Demikian yang dapat kami persembahkan semoga fakta alam ini dapat membuat otak kanan kita aktif sehingga dapat memikirkan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat kita pikirkan. 
( posisi bumi dengan bulan, berputar bersama mengelilingi matahari setiap saat )
( bumi yang dipenuhi oleh lautan, mampu bergerak cepat dengan ketepatan yang sangat tinggi, bahkan tidak pernah membuat perhitungan waktu di dunia kacau karena kelalaian bumi dalam bergerak, masihkah kita merasa yang paling pintar ? )

http://fadhlyashary.blogspot.com

Bagaimana Cara Kerja Alam Bawah Sadar ?

Anda adalah produk dari pikiran anda. Apa yang anda katakan pada alam bawah sadar adalah apa yang di percayainya. Anda bisa memprogramnya untuk memberikan semua yang anda inginkan, hanya jika anda tahu cara "berbicara" padanya. Mengucapkan affirmasi untuk memprogram alam bawah sadar anda adalah cara yang paling umum untuk melatihnya. Tapi affirmasi harus di nyatakan dengan benar, jadi, mengetahui bagaimana cara alam bawah sadar berpikir adalah hal yang kritis untuk menggunakannya dengan benar.


1. Alam bawah sadar anda hanya berpikir masa kini. Dia tidak memikirkan masa lalu atau masa depan seperti yang bisa di lakukan oleh alam sadar. Jadi, saat anda mengatakan affirmasi untuk mendapat sesuatu yang anda inginkan, katakan... "Aku," atau "Aku punya," bukan "Aku akan," atau "Aku akan memiliki."  Yang kedua, atur contoh dari sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Alam bawah sadar hanya memberikan apa yang dia lihat. Kunci untuk mengecohnya agar memberikan apa yang anda inginkan adalah dengan memberi tahu alam bawah sadar bahwa saat ini anda telah memilikinya. Jika anda mengatakan bahwa saya akan memilikinya atau mendapatkannya di masa depan, maka alam bawah sadar anda akan melihat anda saat ini tidak memilikinya, dan itulah yang akan di berikannya pada anda... alias tidak ada, nol.

2. Alam bawah sadar tidak tahu perbedaan antara mana yang real dan mana yang imajinasi. Pernahkah anda masuk ke dalam perdebatan panas dengan seseorang dan menyadari bahwa jantung anda mulai berdetak kencang? Itu adalah alam bawah sadar anda yang menyebabkannya, dia mengontrol semua fungsi tubuh anda. Pernahkah seseorang membuat anda marah tapi anda takut untuk berhadapan dengannya saat itu? Jadi anda berlatih bagaimana anda akan memberi tahu mereka pada kesempatan berikutnya? Apakah anda memperhatikan bahwa jantung anda mulai berdetak lebih cepat? Alam bawah sadar anda juga menyebabkannya karena dia percaya bahwa konfrontasi itu sedang terjadi. Padahal anda hanya membayangkannya. Tapi alam bawah sadar anda tidak tahu bedanya.

3. Alam bawah sadar belajar dengan perulangan... berulang-ulang. Saat anda mempelajari skill baru, anda harus banyak melatihnya. Saat anda mempelajari cara untuk memanfaatkan kekuatan dari alam bawah sadar anda, berarti anda sedang mempelajari skill baru, anda harus menggunakannya berulang-ulang. Saat anda mengatakan affirmasi untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, anda tidak bisa hanya mengatakannya satu kali dan berharap itu akan berhasil. Anda harus mengatakannya berulang-ulang sampai alam bawah sadar anda bertindak atas dasar itu. Tapi sama seperti semua skill lain, semakin sering menggunakan alam bawah sadar untuk mendapat apa yang anda inginkan, semakin mudah itu akan bekerja.

4. Alam bawah sadar anda berpikir dalam kondisi yang tak terbatas atau absolut, tidak dalam keterbatasan atau partial.

5. Alam bawah sadar memberikan anda apa yang anda inginkan lebih cepat jika saat anda mengatakan affirmasi anda merasakan emosi yang akan anda rasakan saat anda mendapatkannya.
Saya telah mengatakan di awal bahwa kunci untuk memanfaatkan kekuatan alam bawah sadar adalah dengan mengecohnya untuk berpikir bahwa anda telah memiliki apa yang anda inginkan. Dan karena alam bawah sadar tidak tahu perbedaan antara mana yang real dan mana yang imajinasi, berpura-puralah merasa bahagia saat anda melakukan affirmasi dari apa yang anda inginkan. Apakah itu yang akan anda rasakan jika anda mendapatkannya? Bayangkan saja perasaan bahagia tersebut.

6. Alam sadar anda adalah pikiran logika, rasional.
Dia tidak akan pernah menerima ide yang tidak 100% masuk akal, atau rasional. Jika anda menyadari bahwa sebuah ide hanya 1% tidak masuk akal, maka anda akan mempertanyakannya. Dan anda mungkin menolak seluruh ide jika 1% tidak masuk akal. Tapi alam bawah sadar anda adalah pikiran yang non-logika, non-rasional. Dia akan mempercayai apapun entah itu masuk akal ataupun tidak. Dia tidak akan pernah mempertanyakan atau menganalisa apapun yang anda katakan padanya. Jadi, saat anda menggunakan alam bawah sadar untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, tentukan padangan anda setinggi mungkin... jangan berpikir bahwa apa yang anda affirmasikan tidak masuk akal. Alam bawah sadar anda tidak akan memikirkan itu. 

Jadi itulah semua yang anda perlu ketahui untuk membuat alam bawah sadar anda bekerja. Saya menyebut ini "6 Poin Kunci untuk Kekuatan Alam Bawah Sadar Anda." Anda tidak perlu tahu yang lainnya. Tapi melatih alam bawah sadar anda agar memberikan apa yang anda inginkan membutuhkan waktu dan latihan.
Saya tidak bisa memberikan anda batasan waktu mengenai berapa lama yang di perlukan untuk menguasai kekuatan pikiran anda. Itu tergantung seberapa besar usaha yang anda lakukan dan tingkat keyakinan anda. Tapi saya bisa mengatakan bahwa jika anda memberikan waktu yang cukup, berusaha, dan yakin 100% pada kekuatan yang sudah anda miliki, maka anda akan kagum pada seberapa cepat itu akan mulai bekerja.